Minggu, 11 April 2021

Malam Grand Final Duta GenRe Gresik Dihadiri Bunda GenRe Jatim Arumi Bachsin



Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinas KBPPPA) Kabupaten Gresik bersama Paguyuban Duta GenRe Gresik menggelar Pemilihan Duta GenRe Gresik tahun 2021, kemarin malam, Sabtu (10/04) di Atrium Icon Mall Gresik.

GenRe merupakan suatu program pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menciptakan generasi muda yang terhindar dari Triad KRR (Pernikahan dini, seks pra nikah, dan NAPZA).

Sebagai langkah untuk terciptanya generasi berencana, Dinas KBPPA Kabupaten Gresik melaksanakan pemilihan Duta Generasi Berencana (Duta GenRe) di tingkat Kabupaten.

Pada malam grand final, sebanyak 20 finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik akan memperebutkan 6 gelar juara. Sebelumnya mereka telah menyisihkan ratusan peserta dan melalui proses karantina.

“Pemilihan Duta GenRe Gresik 2019 merupakan pemilihan Duta GenRe Gresik yang ke-6 secara terbuka. Tujuannya adalah sebagai role model, agent untuk menyampaikan informasi seputar program GenRe diantaranya tiga resiko ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja dan empat substansi GenRe,” ungkap Afri, ketua Paguyuban Duta GenRe Gresik saat dihubungi pada Sabtu (10/4/2021).

Bunda GenRe Jawa Timur, Arumi Bachsin yang juga merupakan isteri Wakil Gubernur Jawa Timur turut hadir bersama jajaran BKKBN Jawa Timur sangat mengapresiasi pemilihan Duta GenRe Kabupaten Gresik

“Keberadaan Duta GenRe sangat penting dan luar biasa.” Ungkap Arumi Bachsin

Arumi Bachsin berharap para finalis bisa terus berkontribusi kepada masyarakat untuk mengedukasi seputar program GenRe.


Dokumentasi Pemilihan Duta GenRe Gresik klik disini

Senin, 29 Maret 2021

Dinas KBPPPA Gresik Rekrut Duta GenRe Gresik 2021 Untuk Kampanyekan Kesehatan Reproduksi

Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik bersama Paguyuban Duta GenRe Gresik menggelar seleksi pemilihan Duta GenRe Gresik di 3 Titik Space Gresik, Minggu (28/3/2021).

Ketua Paguyuban Duta GenRe Gresik Zainul Afriansah mengatakan, Seleksi Duta GenRe ini dilakukan guna menyukseskan program GenRe BKKBN dan Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik.

“Peserta harus memenuhi kelengkapan administrasi yang telah ditentukan, menulis essay, serta melalui tahapan wawanara berupa materi seputar GenRe, bahasa Inggris dan 3B (brain, beauty, behavior),” ungkap Afri.

Lebih lanjut Afri menjelaskan, Duta GenRe Gresik disambut antusias remaja Gresik. Itu terlihat dari banyaknya remaja Gresik, yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan Duta GenRe Gresik 2021, yang nantinya akan diambil 10 pasang untuk menjadi finalis.

“Alhamdulillah, tahun ini pemilihan Duta GenRe Gresik mendapat respon positif meski ditengah pandemi covid-19. Nantinya, para peserta akan diseleksi, dan terpilih 10 pasang untuk menjadi finalis Duta GenRe Gresik 2021. Semua tahapan seleksi ini sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Duta GenRe Gresik memiliki tugas mengedukasi para remaja tentang TRIAD KRR (Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja), serta beberapa substansi GenRe, sehingga para remaja dapat mempersiapkan kehidupan yang penuh dengan perencanaan yang tepat untuk kedepannya.

Rencananya para finalis akan melalui serangkaian agenda, yang meliputi : pra karantina, karantina serta grand final yang akan diselenggarakan pada 10 April 2021 di Icon Mall Gresik.

Minggu, 21 Februari 2021

Jajanan Neng Dila, Pelopor Keripik Pisang Rasa Kuliner Khas Gresik

Keripik pisang jajanan tradisional hasil proses pengolahan pisang menjadi cemilan yang cukup familiar bagi masyarakat di dunia. Selviana, sosok pengusaha dari Gresik, Jawa Timur melihat peluang tersebut dengan memunculkan keripik pisang dengan branding jajanan Neng Dila. Memulai usaha kriping sejak tahun 2020 setelah melihat potensi buah pisang di Indonesia.

Keripik pisang yang diolah pun memiliki beberapa varian rasa diantaranya coklat, barbeque, asin, dan sebagainya. Istimewanya, wanita kelahiran Gresik ini berhasil memunculkan varian rasa otak – otak dan pudak sebagai yang menjadi kuliner khas Gresik. Menurutnya, keripik rasa otak – otak dan pudak masih belum ada, selain itu menjadi inovasi untuk mempopulerkan kuliner dan jajanan khas Gresik.

“Saya berharap UMKM tetap bisa bertahan di tengah pandemi dengan menghadirkan variasi produk baru, harapan besar juga agar kearifan lokal Gresik terus dipertahankan dengan berbagai produk inovasi.” Ujar Selviana.

Tak hanya memproduksi keripik pisang, Selviana dibantu keluarganya juga memproduksi otak – otak bandeng, serta berbagai cemilan lainnya. Untuk keripik pisang sendiri dibandrol dengan harga cukup murah yakni Rp. 7.000/pcs. Pembelian juga bisa dilakukan di outlet Jalan Amak Kasim III P No. 8, Sidorukun, Gresik atau dengan menghubungi 088996903278.

Minggu, 20 Desember 2020

Peduli Korban Banjir Gresik, IKANUSA Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak

GRESIK - Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik (IKANUSA) menyerahkan bantuan kepada korban banjir yang berada di Kabupaten Gresik. Sedikitnya terdapat 3 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Gresik yang menjadi target bantuan IKANUSA pada Ahad (20/12/2020). Hingga 20 Desember 2020, Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik (IKANUSA) telah menyalurkan bantuan dengan nilai total sebesar Rp. 12.038.500 yang disalurkan pada lokasi banjir yang meliputi Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme.
Batuan diserahkan dalam bentuk kebutuhan pokok masyarakat yang sangat dibutuhkan, antara lain berupa beras, mi instan, air mineral, biskuit, pampers, air mineral, obat – obatan, sabun, masker, serta makanan instan lainnya. “Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban saudara kita di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme yang terdampak banjir luapan kali lamong, harapannya sedikit bantuan ini dapat menjadi ladang amal bagi kita semua untuk saling tolong menolong antar sesama manusia.” Ujar Miftah, Ketua Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik.
Kegiatan IKANUSA peduli korban banjir ini menghimpun dana dari para alumni SMA NU 1 Gresik dari berbagai lintas angkatan dalam waktu kurang dari sepekan. Bantuan ini didistribusikan melalui koordinasi dengan LAZIS NU Kabupaten Gresik dan dipusatkan di posko banjir yang berlokasi tepat di kantor MWC NU Kecamatan Benjeng. Rencananya, besok pada Senin, 21 Desember 2020 para siswa dan guru SMA NU 1 Gresik kembali menyalurkan bantuan korban banjir Gresik yang dimotori oleh IPNU dan IPPNU serta MPK SMA NU 1 Gresik

Rabu, 16 Desember 2020

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Kesukaan Bangsawan Belanda

 

(Foto : @wahyufirsyah)

Gresik selain menjadi surganya wisata religi, juga kaya akan beragam  kulinernya diantaranya Sego Menir yang mulai langkah. Dalam bahasa Jawa, sego berarti nasi sedangkan menir berarti pecahan beras yang sudah digerus halus. Sego Menir sendiri terdiri dari nasi dengan kuah bening berisi potongan kecil sayur bayam yang dirajang serta sambal pencit atau sambal mangga muda.

Untuk lauknya sendiri ada beragam pilihan mulai dari daging sapi, semur daging, jeroan sapi, bali welut, bali telur, bali tahu tempe, dan masih banyak lagi.

Untuk membuat Sego Menir cukuplah muda yakni bumbu seperti cabai merah, bawang putih, dan bawang merah. Sedangkan bumbu pelengkapnya seperti lengkuas, daun salam, gula, dan garam.

Tak banyak sejarah yang mencatat asal usul kuliner ini, tapi menurut cerita masyarakat setempat Sego Menir ini disukai bangsawan Belanda yang biasa disebut Meneer yang berarti Tuan. Tak heran kuliner ini berasal dari desa Bedilan dan sekitarnya yang dulu menjadi salah satu pusat pemukiman bangsawan Belanda.

Sego Menir yang saya beli ini haganya Rp. 10.000 tergantung tambahan laut, untuk lokasinya berada di sebelah selatan SMA NU 1 Gresik. Selain itu ada juga yang berjualan di depan MINU Trate Gresik. Sebagai catatan bahwa yang berada di daerah Bedilan dan sekitarnya seperti Trate serta Kauman adalah yang awal jadi mungkin dari rasa lebih otentik.

Minggu, 13 Desember 2020

LAZIS NU Gresik Gelar Khitanan Massal di Era New Normal


 

GRESIK – Bertempat di Kantor PCNU Gresik yang berada di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo No. 756, Dahanrejo, Kebomas, Gresik, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZIS NU bersama Yayasan Ahlus Sakinah dan Tim Medis Amanah menggelar acara khitanan massal pada Ahad pagi (13/12/2020). Terhitung ada sebanyak 25 anak penerima manfaat khitanan massal.

Para peserta khitanan berasal dari warga di Kabupaten Gresik. Pda kegiatan ini seluruh panitia penyelenggara dan peserta mengikuti protokoler kesehatan seperti mengecek suhu, mencuci tangan, memakai masker, serta jaga jarak.

Selain dilaksanakan secara gratis, para peserta juga mendapat bingkisan dari LAZIS NU Gresik dan juga pemberian materi seputar keagamaan dari para kiai dan tokoh masyarakat yang hadir.

Kegiatan ini merupakan bentuk memfasilitasi sunnah Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim AS, selain itu manfaat khitan dari sudut kesehatan terutama bagi laki - laki adalah lebih higienis, mengurangi resiko infeksi yang berasal dari transmisi seksual, mencegah problem terkait dengan penis, serta mencegah kanker penis. 

Sabtu, 12 Desember 2020

Amsterdam van Java itu Berada di Gresik

(Foto : @fajar_raka)

Amsterdam van Java, yang artinya “Amsterdam dari Jawa” sebutan yang pantas disematkan untuk Bedilan yang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Menurut sejarah, Bedilan dulunya terkenal dengan kawasan pelabuhan sehingga daerah Bedilan lebih berkembang daripada daerah lainnya.

Bukti peradaban masa lampau tersebut tergambar dari banyaknya situs bangunan kuno khas yang berdiri hingga sekarang. Menariknya, corak bangunan kuno merupakan akulturasi budaya Belanda, Jawa, Arab, dan Tiongkok.

Istilah Bedilan muncul di era kolonial. Pada 1600 Masehi, kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan dagang dan ekonomi Belanda di Jawa Timur.Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Pelabuhan Gresik yang dikenal sebagai pelabuhan paling ramai di Pulau Jawa. Bahkan, seorang sejarawan Portugis bernama Tome Pires menyebut pelabuhan Gresik sebagai mutiara Pulau Jawa.

(Foto : @kang_djun)

Pada 27 April 1602, Belanda mendirikan kantor dagang pertama di Jawa Timur. Pendirinya adalah Laksamana Jacob van Heemskerck. Kantor dagang berikutnya kembali didirikan pada 1608 di bawah kendali Laksamana Wijbrand van Warwijck. Keberadaan kantor dagang tersebut menjadi indikator Gresik sebagai salah satu kota penting di Pulau Jawa.

Keberadaan kantor dagang Belanda membuat pasukan kompeni sering berlabuh di Pelabuhan Gresik. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, Belanda pun mendirikan gudang sekaligus pabrik senjata api yang dalam bahasa Jawa disebut bedhil. Dari pabrik bedhil itulah, muncul nama Desa Bedilan (sekarang Kelurahan Bedilan).

(Foto : @estaayu)

Pabrik bedhil di Bedilan tersebut merupakan yang terbesar di Jawa. Sementara itu, pabrik mesiu dibangun di Semarang. Tempat produksi senjata api tersebut dilengkapi barak atau tangsi militer yang dikendalikan Bendala. Bahkan, banyak pula warga pribumi yang direkrut dan rela mengabdi menjadi bagian militer kekuasaan Belanda.

Namun jauh sebelum kedatangan Belanda, daerah Bedilan dikenal dengan nama Wunut dikarenakan banyak pohon Wunut tumbuh subur disini. Nama Wunut juga tidak terlepas dari keberadaan Sang Ratu Pandhita Wunut, yakni Sayyid Ali Murtadlo atau dikenal masyarakat sebagai Raden Santri atau Sunan Gisik atau Sunan Gresik atau Sunan Lembayung.

(Foto : @wahyufirsyah)

Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW ke-22 sekaligus kakak kandung Sunan Ampel serta Kakek Sunan Kudus. Sebelum menjadi Syahbandar Gresik kedua menggantikan Syaikh Maulana Malik Ibrahim, beliau merupakan pelopor pendakwah Islam di Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Sumenep (Madura) hingga pada akhirnya kembali ke Gresik atas permintaan Syaikh Maulana Malik Ibrahim.