Minggu, 21 Februari 2021

Jajanan Neng Dila, Pelopor Keripik Pisang Rasa Kuliner Khas Gresik

Keripik pisang jajanan tradisional hasil proses pengolahan pisang menjadi cemilan yang cukup familiar bagi masyarakat di dunia. Selviana, sosok pengusaha dari Gresik, Jawa Timur melihat peluang tersebut dengan memunculkan keripik pisang dengan branding jajanan Neng Dila. Memulai usaha kriping sejak tahun 2020 setelah melihat potensi buah pisang di Indonesia.

Keripik pisang yang diolah pun memiliki beberapa varian rasa diantaranya coklat, barbeque, asin, dan sebagainya. Istimewanya, wanita kelahiran Gresik ini berhasil memunculkan varian rasa otak – otak dan pudak sebagai yang menjadi kuliner khas Gresik. Menurutnya, keripik rasa otak – otak dan pudak masih belum ada, selain itu menjadi inovasi untuk mempopulerkan kuliner dan jajanan khas Gresik.

“Saya berharap UMKM tetap bisa bertahan di tengah pandemi dengan menghadirkan variasi produk baru, harapan besar juga agar kearifan lokal Gresik terus dipertahankan dengan berbagai produk inovasi.” Ujar Selviana.

Tak hanya memproduksi keripik pisang, Selviana dibantu keluarganya juga memproduksi otak – otak bandeng, serta berbagai cemilan lainnya. Untuk keripik pisang sendiri dibandrol dengan harga cukup murah yakni Rp. 7.000/pcs. Pembelian juga bisa dilakukan di outlet Jalan Amak Kasim III P No. 8, Sidorukun, Gresik atau dengan menghubungi 088996903278.

Minggu, 20 Desember 2020

Peduli Korban Banjir Gresik, IKANUSA Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak

GRESIK - Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik (IKANUSA) menyerahkan bantuan kepada korban banjir yang berada di Kabupaten Gresik. Sedikitnya terdapat 3 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Gresik yang menjadi target bantuan IKANUSA pada Ahad (20/12/2020). Hingga 20 Desember 2020, Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik (IKANUSA) telah menyalurkan bantuan dengan nilai total sebesar Rp. 12.038.500 yang disalurkan pada lokasi banjir yang meliputi Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme.
Batuan diserahkan dalam bentuk kebutuhan pokok masyarakat yang sangat dibutuhkan, antara lain berupa beras, mi instan, air mineral, biskuit, pampers, air mineral, obat – obatan, sabun, masker, serta makanan instan lainnya. “Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban saudara kita di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme yang terdampak banjir luapan kali lamong, harapannya sedikit bantuan ini dapat menjadi ladang amal bagi kita semua untuk saling tolong menolong antar sesama manusia.” Ujar Miftah, Ketua Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik.
Kegiatan IKANUSA peduli korban banjir ini menghimpun dana dari para alumni SMA NU 1 Gresik dari berbagai lintas angkatan dalam waktu kurang dari sepekan. Bantuan ini didistribusikan melalui koordinasi dengan LAZIS NU Kabupaten Gresik dan dipusatkan di posko banjir yang berlokasi tepat di kantor MWC NU Kecamatan Benjeng. Rencananya, besok pada Senin, 21 Desember 2020 para siswa dan guru SMA NU 1 Gresik kembali menyalurkan bantuan korban banjir Gresik yang dimotori oleh IPNU dan IPPNU serta MPK SMA NU 1 Gresik

Rabu, 16 Desember 2020

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Kesukaan Bangsawan Belanda

 

(Foto : @wahyufirsyah)

Gresik selain menjadi surganya wisata religi, juga kaya akan beragam  kulinernya diantaranya Sego Menir yang mulai langkah. Dalam bahasa Jawa, sego berarti nasi sedangkan menir berarti pecahan beras yang sudah digerus halus. Sego Menir sendiri terdiri dari nasi dengan kuah bening berisi potongan kecil sayur bayam yang dirajang serta sambal pencit atau sambal mangga muda.

Untuk lauknya sendiri ada beragam pilihan mulai dari daging sapi, semur daging, jeroan sapi, bali welut, bali telur, bali tahu tempe, dan masih banyak lagi.

Untuk membuat Sego Menir cukuplah muda yakni bumbu seperti cabai merah, bawang putih, dan bawang merah. Sedangkan bumbu pelengkapnya seperti lengkuas, daun salam, gula, dan garam.

Tak banyak sejarah yang mencatat asal usul kuliner ini, tapi menurut cerita masyarakat setempat Sego Menir ini disukai bangsawan Belanda yang biasa disebut Meneer yang berarti Tuan. Tak heran kuliner ini berasal dari desa Bedilan dan sekitarnya yang dulu menjadi salah satu pusat pemukiman bangsawan Belanda.

Sego Menir yang saya beli ini haganya Rp. 10.000 tergantung tambahan laut, untuk lokasinya berada di sebelah selatan SMA NU 1 Gresik. Selain itu ada juga yang berjualan di depan MINU Trate Gresik. Sebagai catatan bahwa yang berada di daerah Bedilan dan sekitarnya seperti Trate serta Kauman adalah yang awal jadi mungkin dari rasa lebih otentik.

Minggu, 13 Desember 2020

LAZIS NU Gresik Gelar Khitanan Massal di Era New Normal


 

GRESIK – Bertempat di Kantor PCNU Gresik yang berada di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo No. 756, Dahanrejo, Kebomas, Gresik, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZIS NU bersama Yayasan Ahlus Sakinah dan Tim Medis Amanah menggelar acara khitanan massal pada Ahad pagi (13/12/2020). Terhitung ada sebanyak 25 anak penerima manfaat khitanan massal.

Para peserta khitanan berasal dari warga di Kabupaten Gresik. Pda kegiatan ini seluruh panitia penyelenggara dan peserta mengikuti protokoler kesehatan seperti mengecek suhu, mencuci tangan, memakai masker, serta jaga jarak.

Selain dilaksanakan secara gratis, para peserta juga mendapat bingkisan dari LAZIS NU Gresik dan juga pemberian materi seputar keagamaan dari para kiai dan tokoh masyarakat yang hadir.

Kegiatan ini merupakan bentuk memfasilitasi sunnah Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim AS, selain itu manfaat khitan dari sudut kesehatan terutama bagi laki - laki adalah lebih higienis, mengurangi resiko infeksi yang berasal dari transmisi seksual, mencegah problem terkait dengan penis, serta mencegah kanker penis. 

Sabtu, 12 Desember 2020

Amsterdam van Java itu Berada di Gresik

(Foto : @fajar_raka)

Amsterdam van Java, yang artinya “Amsterdam dari Jawa” sebutan yang pantas disematkan untuk Bedilan yang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Menurut sejarah, Bedilan dulunya terkenal dengan kawasan pelabuhan sehingga daerah Bedilan lebih berkembang daripada daerah lainnya.

Bukti peradaban masa lampau tersebut tergambar dari banyaknya situs bangunan kuno khas yang berdiri hingga sekarang. Menariknya, corak bangunan kuno merupakan akulturasi budaya Belanda, Jawa, Arab, dan Tiongkok.

Istilah Bedilan muncul di era kolonial. Pada 1600 Masehi, kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan dagang dan ekonomi Belanda di Jawa Timur.Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Pelabuhan Gresik yang dikenal sebagai pelabuhan paling ramai di Pulau Jawa. Bahkan, seorang sejarawan Portugis bernama Tome Pires menyebut pelabuhan Gresik sebagai mutiara Pulau Jawa.

(Foto : @kang_djun)

Pada 27 April 1602, Belanda mendirikan kantor dagang pertama di Jawa Timur. Pendirinya adalah Laksamana Jacob van Heemskerck. Kantor dagang berikutnya kembali didirikan pada 1608 di bawah kendali Laksamana Wijbrand van Warwijck. Keberadaan kantor dagang tersebut menjadi indikator Gresik sebagai salah satu kota penting di Pulau Jawa.

Keberadaan kantor dagang Belanda membuat pasukan kompeni sering berlabuh di Pelabuhan Gresik. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, Belanda pun mendirikan gudang sekaligus pabrik senjata api yang dalam bahasa Jawa disebut bedhil. Dari pabrik bedhil itulah, muncul nama Desa Bedilan (sekarang Kelurahan Bedilan).

(Foto : @estaayu)

Pabrik bedhil di Bedilan tersebut merupakan yang terbesar di Jawa. Sementara itu, pabrik mesiu dibangun di Semarang. Tempat produksi senjata api tersebut dilengkapi barak atau tangsi militer yang dikendalikan Bendala. Bahkan, banyak pula warga pribumi yang direkrut dan rela mengabdi menjadi bagian militer kekuasaan Belanda.

Namun jauh sebelum kedatangan Belanda, daerah Bedilan dikenal dengan nama Wunut dikarenakan banyak pohon Wunut tumbuh subur disini. Nama Wunut juga tidak terlepas dari keberadaan Sang Ratu Pandhita Wunut, yakni Sayyid Ali Murtadlo atau dikenal masyarakat sebagai Raden Santri atau Sunan Gisik atau Sunan Gresik atau Sunan Lembayung.

(Foto : @wahyufirsyah)

Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW ke-22 sekaligus kakak kandung Sunan Ampel serta Kakek Sunan Kudus. Sebelum menjadi Syahbandar Gresik kedua menggantikan Syaikh Maulana Malik Ibrahim, beliau merupakan pelopor pendakwah Islam di Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Sumenep (Madura) hingga pada akhirnya kembali ke Gresik atas permintaan Syaikh Maulana Malik Ibrahim.

 

 


Rabu, 18 November 2020

Blusukan di Kecamatan Gresik, Qosim Alif Paparkan Visi Misi dan Program


 

GRESIK – Pasangan calon kepala daerah Kabupaten Gresik no urut 1, Mohammad Qosim dan Asluchul Alif (QA) melakukan blusukan ke beberapa kelurahan di Kecamatan Gresik pada Selasa (17/11/2020). Blusukan dilakukan di Kelurahan Bedilan, Trate, Karangturi, dan Pekauman. Kedatangan Pak Qoism sontak membuat masyarakat sangat antusias terlebih banyak yang menjadi jama’ah sholawat rutin setiap malam Jum’at di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik.

Dalam blusukannya pasangan QA mendengarkan curhatan masyarakat diantaranya meminta bantuan untuk menunjang fasilitas sarana ibadah serta kendala permodalan bagi UMKM. Pak Qosim yang didampingi para relawan turut menyampaikan visi misi. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan program 10 kartu untuk dibagikan kepada masyarakat Gresik sesuai bodangnya.

10 Kartu itu diantaranya, Kartu Gresik Perisai (Perempuan Mandiri dan Berdaya Saing), Kartu Petani Bangkit, Kartu Nelayang Bangkit, Kartu Gresik Faham, Kartu Gresik Yes (Yatim Sekoah), Kartu Guru Swasta Bangkit, Kartu UMKM Bangkit, Kartu Pemuda Bangkit, dan Kartu Peternak Bangkit.

“Kartu tersebut sebagai ikhtiar dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Gresik, serta sebagai upaya kita bersama meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup maupun SDM warga Gresik.” Ungkap Pak Qosim yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik.

 

Pilbup Gresik 2020, Gus Yani dan Bu Min Prioritaskan Bangun RS di Gresik Selatan dan Gratiskan BPJS Kelas 3



GRESIK – Pasangan calon kepala daerah Kabupaten Gresik no urut 2, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (NIAT) telah menyiapkan program BPJS gratis bagi pasien kelas 3 dan memberikan subsidi bagi pasien kelas 2.

Melalui program Gresik Sehati, pihaknya menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari rumah sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas. Sebab, program Gresik Sehati akan menggratiskan BPJS kelas 3 ber-KTP Gresik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain masalah BPJS, Gus Yani juga akan memprioritaskan pembangunan rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik Selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat Gresik daerah Kedamean, Menganti, Wringinanom, dan Driyorejo yang masih memilih berobat ke Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

“Program Gresik Sehati akan meningkatkan fasilitas kesehatan dan menyiapkan tenaga medis profesional pada pusat layanan kesehatan masyarakat Gresik. Dan juga menjadikan menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumas sehat.” Ungkap Gus Yani , Minggu (15/11/2020).