Sabtu, 12 Desember 2020

Amsterdam van Java itu Berada di Gresik

(Foto : @fajar_raka)

Amsterdam van Java, yang artinya “Amsterdam dari Jawa” sebutan yang pantas disematkan untuk Bedilan yang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Menurut sejarah, Bedilan dulunya terkenal dengan kawasan pelabuhan sehingga daerah Bedilan lebih berkembang daripada daerah lainnya.

Bukti peradaban masa lampau tersebut tergambar dari banyaknya situs bangunan kuno khas yang berdiri hingga sekarang. Menariknya, corak bangunan kuno merupakan akulturasi budaya Belanda, Jawa, Arab, dan Tiongkok.

Istilah Bedilan muncul di era kolonial. Pada 1600 Masehi, kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan dagang dan ekonomi Belanda di Jawa Timur.Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Pelabuhan Gresik yang dikenal sebagai pelabuhan paling ramai di Pulau Jawa. Bahkan, seorang sejarawan Portugis bernama Tome Pires menyebut pelabuhan Gresik sebagai mutiara Pulau Jawa.

(Foto : @kang_djun)

Pada 27 April 1602, Belanda mendirikan kantor dagang pertama di Jawa Timur. Pendirinya adalah Laksamana Jacob van Heemskerck. Kantor dagang berikutnya kembali didirikan pada 1608 di bawah kendali Laksamana Wijbrand van Warwijck. Keberadaan kantor dagang tersebut menjadi indikator Gresik sebagai salah satu kota penting di Pulau Jawa.

Keberadaan kantor dagang Belanda membuat pasukan kompeni sering berlabuh di Pelabuhan Gresik. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, Belanda pun mendirikan gudang sekaligus pabrik senjata api yang dalam bahasa Jawa disebut bedhil. Dari pabrik bedhil itulah, muncul nama Desa Bedilan (sekarang Kelurahan Bedilan).

(Foto : @estaayu)

Pabrik bedhil di Bedilan tersebut merupakan yang terbesar di Jawa. Sementara itu, pabrik mesiu dibangun di Semarang. Tempat produksi senjata api tersebut dilengkapi barak atau tangsi militer yang dikendalikan Bendala. Bahkan, banyak pula warga pribumi yang direkrut dan rela mengabdi menjadi bagian militer kekuasaan Belanda.

Namun jauh sebelum kedatangan Belanda, daerah Bedilan dikenal dengan nama Wunut dikarenakan banyak pohon Wunut tumbuh subur disini. Nama Wunut juga tidak terlepas dari keberadaan Sang Ratu Pandhita Wunut, yakni Sayyid Ali Murtadlo atau dikenal masyarakat sebagai Raden Santri atau Sunan Gisik atau Sunan Gresik atau Sunan Lembayung.

(Foto : @wahyufirsyah)

Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW ke-22 sekaligus kakak kandung Sunan Ampel serta Kakek Sunan Kudus. Sebelum menjadi Syahbandar Gresik kedua menggantikan Syaikh Maulana Malik Ibrahim, beliau merupakan pelopor pendakwah Islam di Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Sumenep (Madura) hingga pada akhirnya kembali ke Gresik atas permintaan Syaikh Maulana Malik Ibrahim.

 

 


Rabu, 18 November 2020

Blusukan di Kecamatan Gresik, Qosim Alif Paparkan Visi Misi dan Program


 

GRESIK – Pasangan calon kepala daerah Kabupaten Gresik no urut 1, Mohammad Qosim dan Asluchul Alif (QA) melakukan blusukan ke beberapa kelurahan di Kecamatan Gresik pada Selasa (17/11/2020). Blusukan dilakukan di Kelurahan Bedilan, Trate, Karangturi, dan Pekauman. Kedatangan Pak Qoism sontak membuat masyarakat sangat antusias terlebih banyak yang menjadi jama’ah sholawat rutin setiap malam Jum’at di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik.

Dalam blusukannya pasangan QA mendengarkan curhatan masyarakat diantaranya meminta bantuan untuk menunjang fasilitas sarana ibadah serta kendala permodalan bagi UMKM. Pak Qosim yang didampingi para relawan turut menyampaikan visi misi. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan program 10 kartu untuk dibagikan kepada masyarakat Gresik sesuai bodangnya.

10 Kartu itu diantaranya, Kartu Gresik Perisai (Perempuan Mandiri dan Berdaya Saing), Kartu Petani Bangkit, Kartu Nelayang Bangkit, Kartu Gresik Faham, Kartu Gresik Yes (Yatim Sekoah), Kartu Guru Swasta Bangkit, Kartu UMKM Bangkit, Kartu Pemuda Bangkit, dan Kartu Peternak Bangkit.

“Kartu tersebut sebagai ikhtiar dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Gresik, serta sebagai upaya kita bersama meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup maupun SDM warga Gresik.” Ungkap Pak Qosim yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik.

 

Pilbup Gresik 2020, Gus Yani dan Bu Min Prioritaskan Bangun RS di Gresik Selatan dan Gratiskan BPJS Kelas 3



GRESIK – Pasangan calon kepala daerah Kabupaten Gresik no urut 2, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (NIAT) telah menyiapkan program BPJS gratis bagi pasien kelas 3 dan memberikan subsidi bagi pasien kelas 2.

Melalui program Gresik Sehati, pihaknya menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari rumah sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas. Sebab, program Gresik Sehati akan menggratiskan BPJS kelas 3 ber-KTP Gresik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain masalah BPJS, Gus Yani juga akan memprioritaskan pembangunan rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik Selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat Gresik daerah Kedamean, Menganti, Wringinanom, dan Driyorejo yang masih memilih berobat ke Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

“Program Gresik Sehati akan meningkatkan fasilitas kesehatan dan menyiapkan tenaga medis profesional pada pusat layanan kesehatan masyarakat Gresik. Dan juga menjadikan menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumas sehat.” Ungkap Gus Yani , Minggu (15/11/2020). 

Minggu, 23 Agustus 2020

Liburan ke Gresik, Kurang Lengkap Tanpa Oleh - Oleh Ini

GRESIK – Ketika berkunjung di Gresik maka tidak bisa terlepas sebagai image kota santri dan juga salah satu destinasi wisata religi karena terdapat dua makam Wali Songo yakni Syaikh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.

Diperkirakan setiap tahunnya terdapat jutaan orang mengunjungi dua kompleks wisata religi tersebut. Tak hanya itu, beberapa destinasi wisata lainnya semakin banyak dikunjungi setelah viral di sosial media seperti Giri Kedaton, Alun – Alun Gresik, Pantai Delegan, Setigi, dan Wagos.

Bahkan belakangan destinasi wisata di Pulau Bawean mulai banyak dilirik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain dienal sebagai kota santri, Gresik juga dikenal dengan kota industri. Kota yang berada di utara Kota Surabaya ini juga dikenal sebagai kota warung kopi atau warkop. Hal ini tidak terlepas dari budaya masyarakat Gresik yang cangkrukan.

Salah satu inisiator warung kopi adalah Syaikh Maulana Malik Ibrahim yang menjadikan warung kopi sebagai tempat berdakwah pada abad ke-13.

Namun kurang lengkap ke Gresik jika belum membeli Kobiku. Nama Kobiku merupakan sebuah brand UMKM lokal yang diambil dari singkatan kopi biji kurma. Kobiku sendiri merupakan produk olahan biji kurma yang diproses sedemikian rupa layaknya pengolahan biji kopi namun dengan proses yang lebih rumit dan lama. 

Kobiku dicetuskan oleh Wahyu Firmansyah, pemuda kelahiran Gresik yang sudah memulai usahanya sejak tahun 2014.

Hingga saat ini produk ini terus eksis, bahkan sudah terjual hingga ke mancanegara. Produk Kobiku dijual di industri rumahan di Jalan Raden Sntri 1B No. 1, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik atau sekiar 100 meter arah barat laut Alun – Alun Gresik atau bisa juga dibeli secara online dengan klik disini

Jumat, 17 Juli 2020

Kobiku Indonesia Maksimalkan Sosial Media Cegah Penularan Pandemi Covid-19


Kobiku Indonesia turut aktif menanggulangi pandemi covid-19 di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan cara mengedukasi masyarakat melalui sosial media.

Owner Kobiku, Wahyu Firmansyah mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pandemi covid-19 dan pencegahannya terus dilakukan.

“Sejak covid-19 mulai masuk ke Indonesia, kami bersama jejaring partner media publik Kobiku terus melakukan edukasi tentang covid-19 dan pencegahannya melalui sosial media.” Ungkap Wahyu, Jumat (17/7/2020)

Dirinya berharap, dengan desain konten yang menarik membuat masyarakat lebih mudah memahami. Facebook, Instagram, dan Twitter dipilih sebagai platform karena dinilai menjadi sosial media yang paling banyak digunakan di Indonesia saat ini.

Tak hanya itu, tim Kobiku juga turut aktif terjun ke lapangan dalam menekan jumlah penyebaran covid-19 dengan melakukan penyemprotaan desinfektan ke rumah ibadah, menyalurkan bantuan masker, serta menyalurkan donasi nasi bungkus kepada masyarakat pra sejahtera di Gresik.

Kamis, 09 Juli 2020

Menikmati Kobiku, Minuman Khas Gresik yang Kaya Manfaat


Bila datang ke Gresik, Jawa Timur, rasanya belum lengkap jika belum membeli kopi biji kurma Kobiku. Kopi khas Gresik ini merupakan inovasi warga Gresik yang sangat unik.

Kobiku sendiri merupakan merk dagang yang diambil dari singkatan kopi biji kurma. Berbeda dari kopi pada umumnya, Kobiku berasal dari biji kurma yang diproses layaknya engolahan biji kopi namun dengan tahapan yang lebih rumit dan detail.

Cara penyajian Kobiku sama dengan kopi pada umumnya yakni diseduh dengan air mendidih, bisa juga ditambahkan pemanis seperti gula, madu, atau sari kurma.


Cita rasa Kobiku merupakan perpaduan antara pahit, asam, dan manis namun non kafein jadi sangat aman untuk lambung. Bubuk Kobiku cenderung lebih gelap namun seduhannya berwarna lebih terang dibanding kopi pada umumnya. Aromanya sangat identik dan mengoda.

Kobiku bisa dibeli di Jalan Raden Santri 1B No.1, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik. Atau bisa beli online dengan klik disini. Kobiku merupakan produk inovasi arek Gresik bernama Wahyu, seorang sarjana Teknik Kimia yang pada mulanya iseng menguji lab kopi biji kurma. Saat ini produk Kobiku sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia dan juga Malaysia karena diketahui Kobiku memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.


Minggu, 24 Mei 2020

5 Oleh - Oleh Khas Gresik Paling Diminati

Saat kamu mengunjungi suatu daerah wisata, rasanya tak afdol sebelum pulang tidak membeli oleh oleh khas daerah tersebut. Dan untuk alasan itulah sepertinya dalam budaya orang Indonesia ada semacam kewajiban tak tertulis untuk membeli oleh-oleh saat kembali dari plesir atau bepergian, baik itu berupa souvenir, pernak-pernik, hingga makanan khasnya yang akan kamu bagikan saat tiba di rumah untuk keluarga ataupun sahabat.

Saat berkunjung ke Gresik, kamu pasti akan banyak menemukan tempat yang menjual aneka makanan khas Gresik sebagai oleh-oleh yang enak dan murah. Nah, berikut 5 daftar jenis oleh-oleh khas Gresik yang murah, enak, terkenal, dan tentunya wajib untuk kamu bawa pulang.

 

1.        Pudak


Pudak adalah makanan atau kue Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Makanan ini terbuat dari bahan tepung beras, gula pasir/gula jawa dan santan kelapa yang dimasukkan kemasan yang disebut "Ope" yaitu pelepah daun pinang.

Lokasi : Jalan A.K.S. Tubun, Jalan Sindujoyo, Jalan Veteran

 

2.        Nasi Krawu


Nasi krawu merupakan makanan khas dari daerah Gresik, Jawa Timur. Cirinya adalah nasinya yang pulen dan disajikan dengan daun pisang. Lauknya dapat berupa sayatan daging sapi, semur daging, jeroan sapi, sambal terasi dan serundeng.

Lokasi : Jalan Raden Santri, Jalan KH. Abdul Karim, Jalan Panglima Sudirman

 

3.        Otak - otak


Otak – otak bandeng adalah cincangan daging bandeng yang memiliki rasa yang sangat unik selain empuknya dan gurihnya, karena di bagian dalamnya ada terdapat bumbu-bumbu khas nusantara yang diolah bersama daging bandeng yang sudah bersih dari duri.

Lokasi : Jalan Sindujoyo, Jalan Veteran (088996903278)

 

4.        Jubung


Jubung adalah jajanan mirip jenang terbuat dari ketan hitam yang di taburi wejan. Biasanya Jubung ditempatkan dalam selongsong warna putih kecoklatan yang terbuat dari daun pohon pinang muda yang di lilit mirip gelas mini.

Lokasi : Jalan Sindujoyo

 

5.        Kobiku


Kobiku adalah produk olahan biji kurma yang diproses seperti pembuatan bubuk kopi, namun melalui beberapa proses yang lebih rumit. Selain memiliki cita rasa dan aroma yang khas, Kopi biji kurma Kobiku memiliki beberapa khasiat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Lokasi : Jalan Raden Santri 1B no.1, Bedilan, Gresik. (085749647467)